Selamat Datang

Jumat, 31 Mei 2013

Sinopsis Gu Family Book episode 16 Bagian 1


“Percayalah padaku. Mempercayai manusia hanya akan berakhir pada pengkhianatan. Mereka tak pernah akan menerimamu dan mempercayaimu. Mereka akan mengucilkanmu karena berbeda dan akan melukaimu. Ini adalah peringatan dariku. Tinggalkan dunia manusia secepatnya.”
“Kau ingin aku pergi dan tinggal di hutan sendiri menjadi monster sepertimu?” terengah-engah Kang Chi bertanya.. Ia mencengkeram tangan Wol Ryung masih mencoba melepaskannya. Tapi tetap sia-sia. 
“Tak pernah mati, tak pernah sakit, tak pernah tahu kapan hidup abadi ini akan berakhir, sendiri tanpa dapat menemui orang yang aku cintai? Kau ingin aku hidup sendirian seperti itu?” Kang Chi meneteskan air mata, “Maaf. Tapi aku tak bisa. Impianku adalah hidup seperti manusia.”
Mendadak muncul Guru Gong Dal yang memuji jawaban Kang Chi, “Kau benar-benar adalah muridku.” Guru Gong Dal pun menebak kalau Wol Ryung adalah pelaku pembunuhan di dalam hutan dan menyuruhnya untuk segera melepaskan Kang Chi.
Kang Chi panik melihat keberanian Guru Gong Dal dan meminta gurunya untuk tak mendekati mereka. Tapi terlambat karena sekarang Wol Ryung melepaskannya dan menyerang Guru Gong Dal. Namun walau sudah lepas dari cengkeraman Wol Ryung, tubuh Kang Chi masih merasa lemas.
Guru Gong Dal sempat memberikan perlawanan. Tapi hanya beberapa jurus saja karena Wol Ryung dengan mudah melumpuhkannya dan sekarang ia mencekik Guru Gong Dal. Jauh lebih keras dan mengerikan karena sekarang mata Wol Ryung memerah.
Kang Chi berteriak melihat gurunya berkelojotan karena cekikan Wol Ryung. Yeo Wool mendengar teriakan itu. Begitu pula Guru Dam dan Gon. Namun sayang Yeo Wool tak bisa keluar kamar karena Gonita melarangnya pergi, apapun yang terjadi.
Kang Chi langsung melepas gelangnya. Walau wujudnya tak menjadi gumiho, tapi matanya menghijau. Wol Ryung melihat perubahan wujud Kang Chi dan ia pun menyuruh Kang Chi untuk melepaskan keinginannya menjadi manusia, “Jika tdak aku akan menghancurkan semua yang berhubungan denganmu.”
Nyawa Guru Gong Dal sudah hampir di ujung saat Kang Chi menyerang Wol Ryung. Tapi ia hanya meneyrang angin karena Wol Ryung telah lenyap. Kang Chi mencoba membangunkan gurunya, tapi Guru Gong Dal sudah hampir tak bernafas karena bekas cengkeraman tangan Wol Ryung sudah meninggalkan luka di lehernya,
Masih tetap dengan mata gumihonya, tanpa pikir panjang Kang Chi mengambil batu dan dengan sisi batu yang tajam, ia mengoyak tangannya sehingga mengucurkan darah. Buru-buru ia tempelkan tangannya pada leher Guru Gong Dal.
Hingga ia merasakan sebuah pedang mengarah ke arahnya. Oleh Guru Dam yang menyuruhnya menyingkir dari tubuh Guru Gong Dal.
Ternyata tak hanya Guru Dam, tapi juga Gon dan sebagian murid Moo Hyung Do telah mengepungnya dengan pedang terhunus. Kang Chi pun mengangkat tangannya, dan dalam sekejap darahnya berubah menjadi cahaya kebiruan, menyembuhkan luka itu. Namun tak ada yang menyadari perbuatan Kang Chi karena Guru Gong Dal masih pingsan.
Beberapa murid langsung membopong Guru Gong Dal pergi dan Sung memungut gelang Kang Chi yang tergeletak di tanah. Guru Dam tetap menghunuskan pedang ke arah Kang Chi, tak menggubris tatapan memohon Kang Chi.
Wol Ryung kembali ke goa dan menarik lengan bajunya. Cengkeraman tangan Kang Chi ternyata bisa melukainya. Dan lukanya tetap seperti itu, tak sembuh dengan sendirinya.
Sementara itu, wanita Jepang itu menebak alasan Tae Soo kemari adalah karena Tae Soo penasaran pada dirinya. Dan ia senang Tae Soo kemari karena iapun juga penasaran akan diri Tae Soo. Perlahan ia pun membuka topi cadarnya dan tersenyum memandang Tae Soo.
Ia pun menawarkan teh dan kesempatan baginya dan Tae Soo untuk saling memberi pertanyaan. Tae Soo pun bertanya apakah wanita Jepang itu adalah wanita asli Jepang? Wanita Jepang itu tersenyum dan membenarkan dugaan Tae Soo. Ia pun bertanya apakah Tae Soo memihak Jo Gwan Woong?
Tae Soo berkata kalau tindakannya ini hanyalah demi untuk melindungi adiknya. Wanita itu mengangguk maklum. Ketika Tae Soo bertanya tentang apa hubungan wanita itu dengan Jo Gwan Woong, wanita itu menjawab kalau hubungannya adalah saling tukar informasi dan uang sesuai apa yang mereka butuhkan.
Tapi saat Tae Seo bertanya bagaimana cara penggunaannya, wanita itu menolak menjawab karena sekarang adalah gilirannya untuk bertanya. Dan ia pun melemparkan pertanyaan terakhir (yang berarti tak ada kesempatan lagi bagi Tae Soo untuk bertanya),
“Apakah kau ingin merebut penginapan ini kembali? Jika kau mau, aku dapat melakukannya untukmu.”
Keesokan paginya, Gon menemui Yeo Wool. Ia menceritakan kalau semalam Kang Chi telah menyerang Guru Gong Dal dan Gon menduga kalau hal itu terjadi karena Kang Chi semakin susah untuk mengendalikan diri. Sekarang Guru Gong Dal masih belum sadarkan diri dan Kang Chi dijaga ketat.
Yeo Wool kaget mendengarnya dan bersikeras untuk memeriksanya sendiri. Tapi Gon melarangnya pergi.
Yeo Wool tetap memaksa karena yakin kalau Kang Chi tak akan tega melakukan ini, sehingga Gon pun berkata keras, 
“Guru Gong Dal sudah terluka parah! Dan saat itu Kang Chi berada disebelah beliau dengan wujud aslinya. Apakah aku perlu menceritakan lebih banyak lagi?”
Yeo Wool terpaku mendengar cerita Gon.
Ternyata benar. Kang Chi sekarang bersimpuh di aula dan dijaga oleh tak hanya satu atau dua murid, tapi 9 murid yang bersenjata tombak. Salah satu murid (yang dulu pernah diceramahi oleh Yeo Wool) berkata kalau ia sudah menduga kalau hal ini akan terjadi dan sekarang korbannya adalah Guru Gong Dal.
Tapi Sung meragukan kalau Kang Chi adalah pelakunya. Murid itu pun berkata kalau bukti mengarah pada Kang Chi. Perbuatan itu bukan perbuatan manusia.
Sebagian murid menghadap Guru Dam dan mengungkapkan kekhawatiran mereka akan jatuhnya korban lagi setelah teman mereka yang tewas dan Guru Gong Dal.
Mereka dikejutkan oleh kedatangan Lee Soon Shin yang mendadak datang ke Moo Hyung Do karena dikabari tentang kejadian semalam.
Rupanya Kang Chi tak tahan berdiam di aula terus. Tanpa memedulikan kepungan itu, ia berdiri dan melangkah keluar. Para murid langsung mengejar dan menahannya dengan tombak yang teracung ke arahnya. Tapi Kang Chi tak peduli. Ia ingin menemui guru mereka. Tombak semakin teracung mendekati tubuhnya, maka ia pun menggertak mereka dengan menggenggam tombak itu.
Murid-murid itu pun ketakutan. Tombak masih teracung, tapi mereka gemetar untuk menghadapi Kang Chi. Kang Chi tahu tak sulit baginya untuk mengalahkan mereka, tapi terngiang kata-kata yang pernah diucapkan Yeo Wool, “Kang Chi-ya, Jangan lakukan hal itu. Mereka juga perlu waktu untuk menerimamu. Kau tahu itu, kan?”
Whoaa.. bahkan ingatan akan ucapan Yeo Wool pun bisa menjaga emosi Kang Chi, karena ucapan Yeo Wool-lah yang menghentikan niat Kang Chi untuk berkelahi.
Untung Kang Chi dapat mengingat ucapan Yeo Wool karena Yeo Wool sendiri sekarang masih tertahan di ruangannya di hadapan Gonita yang menyuruhnya untuk duduk tegak dan tak menggigiti kukunya. Yeo Wool hanya bisa menuruti perintah itu dan menatap bunga ungunya dengan cemas.
Sementara itu Kang Chi merasa disidang oleh Lee Soon Shin yang bertanya apa yang dilakukan Kang Chi malam tadi, karena walau Kang Chi mengatakan tak melakukannya tapi semua bukti mengarah padanya. Jika bukan Kang Chi maka Lee Soon Shin pun bertanya siapa pelakunya?
Kang Chi langsung teringat ucapan Wol Ryung yang mengatakan kalau manusia tak akan pernah mempercayai mereka (gumiho) dan akan mengucilkan  mereka. Ia pun bertanya setengah menuduh, “ Anda juga tak mempercayai saya? Karena saya bukan manusia, dan saya berbeda dari mereka, jadi Anda mencurigai saya?”
Lee Soon Shin hanya bertanya siapa pelakunya. Tapi Kang Chi menganggap kalau Lee Soon Shi memang tak mempercayainya. Lee Soon Shin pun menjawab kalau rasa percaya itu tak langsung  muncul dalam satu hari seperti jatuh dari langit, “Kepercayaan itu adalah hal yang harus dibangun melalui sebuah hubungan. Jika orang-orang itu tak mempercayaimu, berarti kau tak membangun hubungan dengan lebih baik. Jangan salahkan orang lain.”
“Jadi semua ini adalah salah saya?”
“Kaulah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam hidupmu,” tandas Lee Soon Shin.
“Tak peduli apa yang telah saya lakukan, tak seorangpun mau mengakuinya…”
“Jika apa yang kau lakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain, itu adalah munafik, Kang Chi-ya!” potong Lee Soon Shin keras membuat Kang Chi tertegun.
Damn.. this old man is so wise..
Kang Chi pun mengatakan kalau bukan ia pelakunya. Lee Soon Shin menatap Kang Chi, dan berkata kalau kadar kepercayaan akan seseorang itu sebesar hubungan antar kedua orang itu, “Jika kau ingin dipercaya, pertama-tama belajarlah untuk bergaul dengan mereka.”
Kembali Kang Chi tertegun, karena kata-kata Laksamana Lee Soon Shin mirip dengan ucapan Guru Gong Dal, “Kau ingin tetap bersama Yeo Wool? Pertama-tama bergaullah dengan murid yang lainnya juga.”
Kang Chi keluar ruangan dan di hadapannya sudah menunggu seluruh penghungi Moo Hyung Do. Ia pun berjalan menghampiri Guru Dam dan memintanya untuk memberikan kesempatan satu kali lagi. Ia masih memiliki waktu 2 hari lagi, “Jika saya tak dapat menjaga sisa lonceng dalam 2 hari ini, saya akan pergi dari tempat ini secara suka rela. Apakah Guru mengijinkannya?”
Guru Dam memandang Kang Chi, ragu. Namun tak lama,Lee Soon Shin keluar dari aula dan berdiri di belakang Kang Chi.
Gonita menjahit sambil terkantuk-kantuk. Dan tak lama pun ia pulas dalam duduknya. Yeo Wool pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini karena begitu Gonita membuka mata, tangan-kaki-dan mulutnya sudah terikat kain.
Tak hanya itu, sekarang Yeo Wool pun sudah tak berhanbok lagi. Gonita mendelik dan (mencoba) berteriak-teriak minta untuk dilepaskan. Tapi Yeo Wool hanya tersenyum bersalah dan minta maaf, “Saya hanya pergi sebentar saja. Anggap saja Guru sekarang sedang beristirahat.”
Gonita semakin mendelik dan meraung. LOL, raungannya mirip Kang Chi si gumiho. Yeo Wool kembali minta maaf, tapi langsung meloncat jendela tanpa mempedulikan teriakan Gonita.
Sepeninggal Yeo Wool, Gonita mencoba berdiri dan berjalan ke arah pintu. Tapi susah sekali berjalan dengan kaki tangan terikat. Tak ayal Gonita terjatuh dan akhirnya ia menyerah.
Ia pun mengguling-gulingkan badannya untuk sampai ke depan pintu. Bwahahaha… Dengan kakinya ia menggedor-gedor pintu. Tapi pengawal di depan yang mendengarnya mungkin menganggap itu adalah gedoran nona mudanya, makanya ia cuek saja.
Tak ditanggapi, Gonita kali ini tak menyerah. Dengan jempol kakinya yang tertutup kain, ia mencungkil pintu sedikit demi sedikit hingga terbuka lebar, membuat pengawal di depan terbelalak kaget. Bwahahaha..
Kang Chi yang sedang mendalami esensi sapu, kaget tapi senang melihat kedatangan Yeo Wool yang langsung menariknya ke dapur. Yeo Wool mengatakan ia hanya dapat kabur sebentar dan harus segera kembali. Ia hanya ingin mengetahui apakah Kang Chi baik-baik saja?
“Bagaimana kondisi Guru Gong Dal sekarang? Kenapa juga kau ada di sana? Semua orang pasti mengiramu yang mencelakai Guru Gong Dal, bukan? Apakah ayah marah padamu? Marah sekali, ya?”
Kang Chi hanya tersenyum menatap Yeo Wool yang sibuk mengkhawatirkannya. Bukannya menjawab sejuta pertanyaan Yeo Wool, ia malah bertanya kondisi pergelangan kaki Yeo Wool yang terkilir. Yeo Wool sedikit kaget ditanyai seperti itu dan menjawab kalau ia sudah sembuh. Tapi menurut Kang Chi jika kaki sudah pernah terkilir, akan mudah terkilir lagi, “Jangan lari-lari dulu dan hati-hati. Oke?”
Yeo Wool mengangguk patuh tapi, “Oy. Apa kau sadar kalau kau itu semakin cerewet akhir-akhir ini?”

Kang Chi tertawa dan meminta Yeo Wool untuk berhenti bergurau. Tapi ada satu hal lagi yang Kang Chi belum tahu, “Kau ini.. juga semakin kelihatan seperti laki-laki akhir-akhir ini.”
Kang Chi tersenyum dan kali ini menjawab lebih perlahan dan lebih menggoda, “Jadi.. apa itu membuatmu bahagia?”
“Kelihatannya seperti apa?” tantang Yeo Wool dan semakin mendongakkan kepalanya menatap Kang Chi.

“Coba kita lihat,” jawab Kang Chi yang semakin menunduk mengamati wajah Yeo Wool, “Kedua matamu menunjukkan kalau kau sekarang hampir mati karena bahagia.”
Yeo Wool mengedikkan kepalanya. Matanya membulat saat menggoda kalau Kang Chi cocok untuk jadi penyair. Yeo Wool tak menyadari, tapi Kang Chi terpesona melihat Yeo Wool. Saat tersadar, ia pun berdehem canggung dan menjauhkan dirinya.
Kang Chi memberitahukan kondisi guru Gong Dal yang sudah membaik. Saat ditanya tentang kondisinya sendiri, Kang Chi hanya tersenyum tipis, “Masih ada harapan. Walau semua senior ingin mengusirku, tapi aku masih punya 5 lonceng yang tersisa.”
Yeo Wol terkejut mendengar Kang Chi sudah mendapat ujian lonceng, “Sejak kapan?” Dan matanya semakin membulat (namun kali ini tak menggoda), mendelik kesal pada Kang Chi yang menjawab sejak kemarin, “Dan kau hanya punya 5 lonceng yang tersisa?”
Dengan percaya diri Kang Chi menenangkan Yeo Wool kalau ia masih punya 5 lonceng, “Dan jika aku dapat menjaganya selama 2 hari ini, Guru bilang aku boleh tetap tinggal di sini.”
Ting..!
“Sekarang kau hanya punya sisa 4.”
Bwahahaha… Yeo Wool kaget melihat Gon yang muncul tiba-tiba. Tapi kekesalan Kang Chi sudah di ubun-ubun, “Aku tak tahu kalau kau ini benar-benar tak tahu malu.”
“Kau yang begitu karena memanggil seorang nona untuk menyelinap keluar dan menemuimu,” balas Gon tak mau kalah.
“Kang Chi tak memanggilku keluar, aku sendiri yang menyelinap kabur,” bela Yeo Wool membuat Kang Chi melipat tangannya menang dan berkata kalau sebegitu tinggi rasa peduli Yeo Wool kepadanya.
Haha.. sakit kepala kayanya si Gon akhir-akhir ini. Gon meminta Yeo Wool untuk segera kembali dan ia akan berpura-pura tak melihat Yeo Wool sekarang. Yeo Wool mencoba menawar waktunya di luar ini sebentaaaarrr… saja.
“Tidak,” seru seseorang yang membuat Yeo Wool terlompat kaget dan menyebut namanya, “Nyonya Yeo Joo..”
Haa… Gonita-nim ini ternyata bernama Nyonya Yeo Joo. Enaknya dipanggil Gonita or Nyonya Yeo Joo, ya? Vote-vote-vote..
Nyonya Yeo Joo ini ternyata bisa buat Yeo Wool mengkeret dan langsung kembali ke ruangannya. Nyonya Yeo Joo mengancam akan melaporkan hal ini pada  Guru Dam jika hal ini terjadi lagi. Kali ini Yeo Wool bertanya bermanis pada Nyonya Yeo Joo, mau buat apa mereka hari ini? Ahh... baju..
Guru Dam khawatir masalah Kang Chi akan menyulitkan Lee Soon Shin. Apalagi sekarang Jo Gwan Woong menyebarkan isu tentang Kang Chi ke telinga masyarakat desa yang dapat menyudutkan posisi Lee Soon Shin. Ia meminta agar Lee Soon Shin memberikan perintah berkaitan dengan hal ini.
Lee Soon Shin berkata kalau dengan bantuan Empat Guru sudah cukup dengan Tae Soo menyusup menjadi antek Jo Gwan Woong, sehingga mereka akan dapat informasi tentang apa rencana Jo Gwan Woong  dan tujuan rombongan Jepang kemari. Jadi untuk masalah Kang Chi, ia akan menanganiny sendiri. Dan ia akan bertemu muka dengan Jo Gwan Woong sendiri.
Rencana itu disampaikan kepada Kepala Polisi yang kemudian menyampaikan pada Jo GwanWoong agar bisa menentukan tempat pertemuan. Jo Gwan Woong pun jual mahal dan mengatakan kalau ia bersedia ditemui di penginapannya. Kepala Polisi terbelalak mendengarnya. Lee Soon Shin adalah seorang laksamana yang tak bisa disuruh-suruh datang tapi Jo Gwan Woong maunya begitu.
Kepala Polisi pun menyampaikan tanggapan Jo Gwan Woong, tapi Lee Soon Shin tak mempermasalahkannya dan akan datang jam 5 sore.
Guru Gong Dal siuman saat Sung sedang merawatnya. Masih dengan mata terpejam, Guru Gong Dal membisikkan sesuatu ke telinga Sung.
Di dapur Kang Chi masih memegang sapu Guru Gong Dal dan tetap belum memahami isi sapu yang dibicarakan oleh Guru Gong Dal. Muncullah Sung yang langsung diminta Kang Chi untuk merebut sapu itu dari tangannya.
Dan dengan mudah Sung merebut sapu itu dari tangan Kang Chi. Dua kali. 
Ha. Sung pun bertanya apakah Kang Chi ingin tahu bagaimana ia bisa merebutnya? Kang Chi pun memohon Sung untuk mengajarkan bagaimana caranya dan Sung pun menjelaskan, “Yang paling penting adalah isinya.”
LOL. Kang Chi menatap Sung tak percaya, “Isi lagi? Bukan isinya. Ajarilah aku jurus.”
Sung pun meminta Kang Chi untuk berpikir jika ada sapu yang bergerak, siapa isi yang ada di belakang sapu tersebut? Dengan penuh keheranan Kang Chi bertanya, “Memangnya ada siapa?”
“Tentu saja itu kau,” jawab Sung langsung. Kang Chi semakin heran mendengar penjelasan Sung yang mengatakan kalau ia adalah isi dari sapu itu karena ialah yang mengendalikan sapu itu, “Aku tak melihat sapu itu, tapi melihat gerakanmu.”
Kang Chi tertawa, ia mengerti maksud Sung. Kali ini ia meminta Sung untuk memegangnya dan ia akan merebutnya. Kali ini ia yakin bisa merebut sapu itu.
Sung pun memegang sapu itu dan memberi aba-aba, “Mulai!” Kang Chi pun fokus dan mencoba merebut sapu itu.
Ia melongo melihat ia gagal merebutnya. Ha.
Tapi ia tak menyerah. Ia kembali berkonsentrasi. Kali ini ia berhasil menangkap sapu itu di udara pada gerakan kedua. Namun hanya sementara karena pertahanan Kang Chi terbuka dan Sung dengan mudah memukul perut Kang Chi, sehingga pegangan Kang Chi pada sapu itu terlepas.
Sung mengarahkan sapu itu hingga hampir menyentuh lonceng di pinggang Kang Chi dan berkata, “Jika sapu ini adalah pedang Gon, ia pasti sudah menebas lonceng itu.” Haha.
Kang Chi melongo menatap sapu itu, kemudian pada lonceng di pinggangnya dan ia berbisik pelan, “Apa mungkin.. kau adalah satu dari Empat Guru itu?” Bwahahaha…
Tentu saja Sung membantahnya. Kemampuannya itu tak ada apa-apanya dari Gon yang adalah terbaik di Joseon setelah Guru Dam. Kang Chi terduduk tak percaya mendengar kata-kata Sung. Sung menyemangatinya untuk tak menyerah, “Laksamana Lee berusaha keras untuk tetap melindungimu bahkan sampai membahayakan dirinya sendiri. Jadi kau tak boleh menyerah di sini.”
Kang Chi kaget mendengar hal ini. Ia pun bertanya pada Gon apakah muncul rumor jelek tentang dirinya dan Jo Gwan Woong menggunakan rumor itu untuk menyudutkan Lee Soon Shin? Gon membenarkan dan Kang Chi bertanya mengapa Gon tak memberitahukannya? Jika ia tahu, ia akan dapat mencegahnya untuk menyebar.
Tapi Gon tak yakin Kang Chi bisa melakukannya, “Kau saja tak dapat meyakinkan teman-temanmu di sini, bagaimana mungkin kau bisa meyakinkan orang-orang di des asana? Berhentilah membuat masalah dan pikirkan saja cara untuk menjaga lonceng-lonceng itu.”
Kang Chi berkata kalau ia memiiki sebuah rencana untuk mematahkan gossip itu dan  membantu Lee Soon Shi, “Jaidi apakah kau mau membantuku?”
Para murid langsung menyuarakan ketidaksetujuannya. Mereka tak percaya pada Kang Chi. Kang Chi pun melepaskan sabuk loncengnya dan berjanji kalau tindakannya nanti akan membayahakan Lee Soon Shin, ia akan keluar dari Moo Hyung Do, tak peduli bagaimana hasil ujian loncengnya, “Aku tak akan pernah kembali dan menampakkan wajahku lagi di sini.”
“Termasuk pada Yeo Wool-ssi?” tanya Gon serius.
“Ya, termasuk dengannya,” jawab Kang Chi yakin. “Waktu sudah mendekati jam lima. Apakah kau ingin melihat Laksamana Lee dalam masalah atau maukah kau menolongku? Apa keputusanmu?”
Para murid menatap Gon menanti keputusannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar