Selamat Datang

Selasa, 21 Mei 2013

Gu Family Book: Spoiler Episode 13

Wol Ryung membuka mata saat merasakan kehadiran wanita yang menjadi tamu Jo Gwan Woong. Dan Kang Chi gemetar, merasakan perubahan alam karena bangkitnya Wol Ryung. Ia memiliki firasat tak enak namun tak dapat mengatakan dengan persis bagaimana perasaan itu.
Sementara itu Wol Ryung bangkit dengan mata membara dan berwujud monster.


Teman seperguruan Kang Chi yang mulanya ramah, sekarang takut dan menjauh darinya. Mereka tak nyaman belajar dan satu tempat dengannya, takut jika sewaktu-waktu Kang Chi kembali berwujud monster dan tak dapat mengendalikan dirinya.
Kang Chi kembali menghitung kedelai hingga ribuan. Yeo Wool yang menungguinya tertidur dan hampir saja jatuh jika tak ditahan oleh Kang Chi. Kang Chi pun menyandarkan kepala Yeo Wool ke bahunya dan menjawab pertanyaan Yeo Wool sebelumnya tentang ayah ibunya.
Kang Chi tak memikirkan ayah ibunya karena jika ia bertanya-tanya mengapa ia dibuang di sungai, mengapa ayah ibunya membuangnya, ia akan marah dan membenci mereka. Jadi ia memilih tak memikirkannya, “Tapi terima kasih karena kau mau bertanya padaku,” kata Kang Chi. Yeo Wool pun membuka mata untuk tersenyum dan memejamkan matanya kembali.
Guru Dam memberi sebuah bungkusan yang pernah dititipkan oleh Tuan Park untuk diberkan pada putranya. Dan Guru Dam memberi tugas pada Tae Soo dan Tae Soo yang akan memutuskan apakah ia akan menerima tugas itu atau tidak, “Jadilah orang Jo Gwan Woong.”
Tae Soo sangat terkejut mendengarnya. Sendirian ia duduk di luar sambil memandangi bungkusan yang ditinggalkan almarhum ayahnya. Kang Chi datang dan mereka pun bercakap-cakap seperti dahulu kala. Tae Soo bertanya bagaimnan rasanya berubah wujud. Kang Chi menjawab kalau mulanya ia tak dapat mengendalikan diri, tapi lama-lama ia merasa ia kembali menjadi Kang Chi walau saat itu ia berubah wujud. Dan ia mengatakan kalau Yeo Wool-lah yang telah membantunya, “Anehnya saat ia bersamaku aku menjadi tenang dan tanpa sadar amarahku menghilang.”
Tae Soo menyimpulkan, “Kau menyukainya.” Reflek Kang Chi he-eh, mengiyakan. Tapi ia buru-buru membantahnya. Tae Soo mengatakan kalau Kang Chi tak perlu memikirkan Chung Jo, karena semua itu adalah masa lalu. Tapi Kang Chi tak pernah menganggap Tae Soo dan Chung Jo sebagai masa lalu karena mereka adalah keluarganya.
Yeo Wool mencari Kang Chi di kamarnya dan tanpa sengaja Yeo Wool mendengar keluhan para murid yang tak nyaman akan keberadaan Kang Chi. Ternyata Kang Chi pergi menemui Gon.
Wol Ryung membunuh orang yang ada di hutan. Saat ia membunuh satu orang, maka wujudnya berubah menjadi lebih normal seperti manusia. Hmm.. butuh berapa orang agar bisa membuat wujudnya kembali norma, ya?
Chung Jo mulai menjalani pelatihan menabuh tambur. Wol Sun yang mengetahui kalau Soo Ryun mengajari anak baru, marah, karena ia tak pernah diajari. Soo Ryun tak ingin mengajari Wol Sun karena Wol Sun mempelajari keahlian tersebuh hanya sebagai daya tarik pemikat pelanggannya.
Sepeninggal Soo Ryun, Wol Sun menampar Chung Jo yang bersikap tak sopan padanya. Namun Chung Jo tak tinggal diam dan balas menampar Wol Sun, mengagetkan para gisaeng itu.
Kepala pelayan mengkhawatirkan perubahan sikap Chung Jo, tapi Soo Ryun lebih mengenal Chung Jo dan tahu kalau sekarang Chung Jo pasti sedang menangis sendirian.
Kang Chi terkantuk-kantuk saat menghitung kedelai. Yeo Wool mencoba mengagetkannya, namun Kang Chi terbangun dan menjatuhkan Yeo Wool. Ia tak mau melepaskan Yeo Wool hingga Yeo Wool akhirnya menggigit tangannya.
Yeo Wool bertanya tentang kemana Kang Chi pergi semalam. Kang Chi menjawab kalau sekarang Yeo Wool jadi kelihatan seperti wanita karena sangat cerewet. Dan Kang Chi semakin menggoda Yeo Wool karena tak seperti biasanya tak ada tinju yang melayang kepadanya. Ha..
Tiba-tiba Sung  muncul untuk memberitahukan kalau ada 3 mayat aneh yang ditemukan di hutan. Biksu So Jung terkejut melihat mayat-mayat yang kering dan menghitam.
Jo Gwan Woon juga mendengar tentang kabar ini. Dan ia menyuruh Pengawal Seo untuk tetap diam dan menunggu reaksi yang muncul yang akan mengarah pada Kang Chi.
Benar saja. Para murid yang sebelumnya khawatir, sekarang menuduh Kang Chi sebagai pembunuh itu. Guru Gong Dal mendengar hal ini langsung bertaruh. Jika Kang Chi memang bersalah, ia akan mengusir Kang Chi. Tapi jika Kang Chi tak bersalah, para murid harus berlutut dan mengakui kesalahannya.
Kang Chi mulanya kesal karena Guru Gong Dal bertaruh tanpa seijinnya, tapi ia tetap berterima kasih.
Di luar Gon bertanya mengapa Kang Chi tak menceritakan sebenarnya. Kang Chi malah tetap meminta Gon merahasiakannya, apalagi pada Yeo Wool.
Sayang  Yeo Wool mendengar pembicaraan mereka dan memojokkan Gon untuk menceritakan sebenarnya. Dan Gon cute banget, antara bingung dan merasa bersalah karena tak bisa menceritakan rahasia antara Kang Chi dan dirinya.
Jo Gwan Woong memanggil Soo Ryun dan mengatakan kalau ia akan mengadakan pesta, dan tamu kehormatannya, tamu wanita itu, meminta Soo Ryun untuk memainkan pertunjukkan tamburnya yang tak pernah ia mainkan lagi 10 tahun terakhir ini.
Hmm.. sepertinya Soo Ryun ini memiliki rahasia tersendiri, karena Jo Gwan Woong menatap kain hiasan yang selalu dipakai Soo Ryun dengan rasa tertarik.


Malam itu, Kang Chi pergi ke hutan dan diikuti oleh salah satu murid (yang dulu pernah dicekik Kang Chi). Kang Chi berhasil melepaskan diri dari kuntitan murid itu. Namun hal itu malah membahayakan diri murid itu karena Wol Ryung muncul dan mengaum buas, membuat murid itu lari ketakutan..
Untung Kang Chi muncul. Namun bayangan Wol Ryung, hendak menyergapnya. Tiba-tiba gelang Kang Chi berpendar sehingga Wol Ryung pun mundur.
Ternyata Yeo Wool dan Gon muncul dan menjelaskan kalau Kang Chi dan Gon pergi ke hutan malam-malam karena Kang Chi merasakan firasat yang buruk sekarang ini. Kang Chi kesal karena Gon membocorkan rahasia mereka. Gon membantah hal ini dan Yeo Wool mengatakan kalau ia yang pintar menyelidiki hal ini.
Biksu So Jung kaget melihat tamu tak diundang yang muncul di perpustakaannya.
Wol Ryung.
Kang Chi makan dan melihat kalau mejanya masih dikucilkan. Ia diam saja diperlakukan seperti itu dan duduk di mejanya. Tapi ia tersenyum bersyukur saat murid yang kemarin malam bersamanya di hutan, berdiri dan mengambil mejanya untuk duduk di hadapannya.

Aww.. Yeo Wol ternyata bener-bener cewek, deh. Ia sangat gembira saat membuka kotak yang berisi hanbok untuknya.
Ia mengajak Kang Chi untuk pergi ke kota karena ada festival lampion. Tapi Yeo Wool  tak mau berangkat bersama. Aww… ada yang mau ngasih surprise, nih.. :)
Sepeninggal Yeo Wool, Kang Chi mendapat tamu yaitu pelayan Chung Jo di penginapan dulu. Ternyata hal ini berkaitan dengan hari ini Chung Jo akan menjadi gisaeng penuh dan akan berangkat ke Penginapan Seratus Hari.  Pelayan itu menceritakan hal ini sambil menangis.

 Kang Chi pun berlari untuk mencari gadis itu. Dan Kang Chi menemukan Chung Jo diarak di kuda. Para pelayan menangis melihat kedatangan Nona muda mereka yang sekarang bernasib seperti itu.
Chung Jo hanya bisa menatap papan nama penginapan milik ayahnya itu. Dan ia juga mendengar suara Kang Chi mamanggilnya. 
Ia mencari-cari sosok Kang Chi. Namun saat melihat sosok itu, ia berbalik dan menahan air matanya.
Tapi hanya sesaat karena setelah itu ia menyembunyikan perasaannya dan menyapa Kang Chi dingin, “Apa yang kau inginkan dariku? Jika kau menginginkan sesuatu, datanglah ke Chunhwagwan.” Dan ia pun berbalik pergi meninggalkan Kang Chi yang termangu.
Yeo Wool menunggu kedatangan Kang Chi yang tak kunjung datang. Kang Chi malah berjalan sendirian, masih teringat akan Chung Jo. Tapi ia kembali teringat saat melihat lampion yang dibawa oleh anak-anak. Ia pun berlari menuju tempat pertemuannya dengan Yeo Wool.
Yeo Wool kesal karena Kang Chi tak kunjung datang. Dan saking kesalnya ia menendang sebuah barang dan mengenai orang yang lewat di depannya. Yeo Wool pun buru-buru minta maaf.
Untungnya ia melihat Kang Chi yang berlari ke arahnya. Ia pun tersenyum dan hendak menyapa Kang Chi. Tapi Kang Chi malah lari melewatinya dan hampir menabraknya.
Kang Chi berbalik dan Yeo Wool tersenyum. Namun Kang Chi hanya berbalik untuk minta maaf dan segera pergi.
Sampai gadis yang ditabraknya itu memanggilnya, “Kang Chi-ya..”
Kang Chi terkejut dan berbalik menatap gadis itu.
Aww... dan terdengar kata-kata Komandan Lee Soon Shin yang pernah terdengar di awal episode : "Bagaimanakah kau bisa menghentikan sebuah hati? Bagaimana kau bisa menghentikan angin yang bertiup?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar